Hematologi(I)

 HEMATOLOGI

        Hematologi adalah cabang ilmu kedokteran yang mempelajari darah dan gangguan pada darah. Dengan ilmu hematologi, dokter dapat mendiagnosis dan mengobati berbagai kelainan darah, seperti anemia, gangguan pembekuan darah, hemofilia, dan leukemia.

    Dalam hematologi, gangguan darah biasanya terjadi karena adanya penyakit, efek samping obat-obatan, dan kekurangan nutrisi tertentu dalam asupan makanan sehari-hari. Perawatan yang diperlukan untuk penyakit darah bervariasi, tergantung pada kondisi darah dan tingkat keparahannya. Begitu pun dengan perjalanan penyakitnya, karena kondisi tersebut dapat berbeda-beda.

Darah dan komponennya mempunyai fungsi lainnya, yaitu: 

a) Transportasi (sari makanan, oksigen, Karbondioksida, sisa metabolisme,dan air)
b) Transpotasi hormon menuju organ target dan enzim menuju sel sel tubuh
c) Termoregulasi (pengatur suhu tubuh)
d) Imunitas (pertahanan tubuh terhadap bakteri dan virus)
e) Homeostasis (mengatur keseimbangan zat dan pH tubuh) melalui buffer dan asam amino yang ada di dalam plasma
f) Membantu dalam mencegah tubuh kehilangan cairan yaitu dengan pembekuan darah 

Pemeriksaan Hematologi memiliki tujuan : 

1). Mendeteksi kelainan hematologi, di mana diduga ada kelainan jumlah dan fungsi dari sel-sel darah, 
2). Mendeteksi penyakit pendarahan yang menunjukkan kelainan faal hemostasis,
3). Membantu diagnosis penyakit infeksi dengan melihat kenaikan atau penurunan jumlah leukosit serta                 hitung jenisnya,
4). Mengetahui kelainan sistemik pada hati dan ginjal yang dapat mempengaruhi sel darah baik bentuk atau         fungsinya.



Gangguan darah dapat memengaruhi salah satu dari tiga komponen utama darah, yaitu:

  • a.) Sel darah merah
    Sel darah merah berfungsi membawa oksigen ke jaringan tubuh. Gangguan darah pada sel darah merah yang paling sering terjadi adalah anemia. Orang dengan anemia memiliki jumlah sel darah merah yang rendah. Meski pada kondisi yang ringan anemia seringkali tidak menyebabkan gejala, namun anemia tidak dapat dianggap enteng. Karena jika tidak diatasi, anemia bisa berkembang menjadi lebih berat dan menyebabkan kelelahan, kulit pucat, dan sesak napas.
  • b.) Sel darah putih
    Sel darah putih berfungsi sebagai salah satu sistem pertahanan tubuh untuk melawan infeksi. Gangguan yang umum memengaruhi sel darah putih adalah karena infeksi bakteri dan virus, penyakit kronis, serta leukemia atau kanker darah, di mana sel darah putih menjadi ganas dan berkembang di dalam sumsum tulang. Adapun gangguan lainnya adalah limfoma, multiple myeloma, dan sindrom mielodisplasia.
  • c.) Trombosit
    Dikenal juga sebagai keping darah, sel darah ini berfungsi untuk membantu proses pembekuan darah. Perubahan jumlah trombosit dapat dipengaruhi oleh berbagai hal, ketika jumlah trombosit meningkat, kondisi tersebut dikenal sebagai trombositosis, sedangkan jumlah trombosit yang menurun disebut juga trombositopenia. Beberapa kondisi yang bisa memengaruhi jumlah trombosit di antaranya adalah Idiopathic Trombocytopenic Purpura (ITP) dan juga demam berdarah dengue.

    Ada banyak jenis pemeriksaan hematologi yang dapat dilakukan. Salah satunya yaitu pemeriksaan darah lengkap. Tujuan pemeriksaan ini adalah untuk menilai kondisi darah secara keseluruhan dan membantu diagnosis anemia, penyakit peradangan, memantau kehilangan darah, infeksi, bahkan mendeteksi kanker.

Pemeriksaan darah meliputi:

  • Jumlah sel darah merah berikut dengan volumenya.

  • Sel darah putih berikut dengan hitung jenisnya.

Di samping itu, bisa juga dilakukan pemeriksaan partial thromboplastin time (PTT), pemeriksaan prothrombin time (PT), international normalized ratio (INR). Ketiganya bertujuan untuk menilai pembekuan darah beserta gangguannya.

Mekanisme Pembekuan Sel Darah

    Pembekuan darah adalah proses dimana komponen cairan darah ditransformasi menjadi material semisolid yang dinamakan bekuan darah. Bekuan darah tersusun terutama oleh sel-sel darah yang terperangkap dalam jaring-jaring fibrin. Fibrin dibentuk oleh protein dalam plasma melalui urutan reaksi yang kompleks. Berbagai faktor terlibat dalam tahap-tahap reaksi pembentukan fibrin. Faktor pembekuan darah, dan jalur ekstrinksik dan intrinksik pembentukan fibrin diperlihatkan secara diagramatis. 

Hematopoiesis pada manusia terdiri atas beberapa periode :

1. Mesoblastik

Dari embrio umur 2 – 10 minggu. Terjadi di dalam yolk sac. Yang dihasilkan adalah HbG1, HbG2, dan Hb Portland.

2. Hepatik

Dimulai sejak embrio umur 6 minggu terjadi di hati Sedangkan pada limpa terjadi pada umur 12 minggu dengan produksi yang lebih sedikit dari hati. Disini menghasilkan Hb.

3. Mieloid

Dimulai pada usia kehamilan 20 minggu terjadi di dalam sumsum tulang, kelenjar limfonodi, dan timus. Di sumsum tulang, hematopoiesis berlangsung seumur hidup terutama menghasilkan HbA, granulosit, dan trombosit. Pada kelenjar limfonodi terutama sel-sel limfosit, sedangkan pada timus yaitu limfosit, terutama limfosit T.


Daftar Pustaka

Desmawati. 2013. Sistem Hematologi dan Imunologi. Edited by D. Juliastuti. Jakarta: Penerbit In Media.

Nugraha, G. 2015. Panduan Pemeriksaan Laboratorium Hematologi Dasar. Cetakan pertama. Jakarta: CV. Trans Info Media.


Pertanyaan

1. Apakah penderita anemia yang parah dan harus melakukan tranfusi darah setiap bulan bisa sembuh total ?

2. Apa penyebab kadar limfosit seseorang tinggi/turun ? bagaimana mengatasinya ?

3. Ada beberapa orang pada bagian tubuhnya terdapat memar, bahkan tidak terkena benda apapun. apakah itu ada hubungannya dengan pembekuan darah ?

Komentar

  1. Artikelnya menarik dan sangat membantu, terima kasih yaa

    BalasHapus
  2. Artikelnya menarik,izin saya fiya dinda syafitri akan menjawab pertanyaan no 2,menurut artikel alodokter oleh dr kevin adrian, penyebab kadar limfosit tinggi atau rendah yaitu
    Penyakit autoimun, seperti penyakit Lupus
    Infeksi HIV (human immunodeficiency virus). Infeksi virus ini dapat menimbulkan AIDS (Acquired Immune Deficiency Syndrome), di mana jumlah sel limfosit tertentu terus menurun.
    Infeksi bakteri dan jamur.
    Kurang gizi.
    Efek samping kemoterapi dan terapi radiasi.
    Stres berlebihan.
    Leukemia (kanker darah).
    Anemia aplastik, akibat terganggunya produksi sel-sel darah di sumsum tulang.
    Efek samping obat-obatan yang menghancurkan limfosit atau merusak sumsum tulang.
    Penyakit bawaan lahir yang memengaruhi limfosit
    Untuk menjaga kadar limfosit agar tidak terlalu rendah, disarankan melakukan cek darah untuk mengetahui tingkat limfosit tubuh sesuai rekomendasi dokter. Bila diketahui memiliki limfosit yang rendah, menjaga kebersihan, mengikuti pola hidup sehat, rajin mencuci tangan, dan mengenakan masker wajah untuk mencegah tertular penyakit infeksi.
    Terima kasih

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Antihistamin

Rheumatoid Arthtritis

AntiHistamin(II)