Postingan

Rheumatoid Arthtritis

Gambar
 Rheumatoid Arthtritis     Rheumatoid arthritis adalah peradangan sendi akibat sistem kekebalan tubuh yang menyerang jaringannya sendiri. Radang sendi ini menimbulkan keluhan bengkak dan nyeri sendi, serta sendi terasa kaku.  Rheumatoid arthritis lebih sering diderita oleh wanita, terutama yang berusia antara 40 hingga 60 tahun, dan biasanya terjadi simetris pada sendi yang sama di kedua sisi tubuh. Gejala rheumatoid arthritis terkadang bisa mirip dengan penyakit lain, contohnya osteoarthritis dan polimialgia reumatik. Penyebab Rheumatoid Arthritis Rheumatoid Arthritis tergolong penyakit autoimun. Meski penyebab kondisi autoimun tersebut belum dapat diketahui secara pasti, namun diduga kondisi ini dapat terjadi karena faktor genetik. Penderita rheumatoid arthritis biasanya memiliki riwayat keluarga dengan penyakit yang sama. Di sisi lain, dokter juga menyangka faktor lingkungan atau paparan bahan kimia dapat memicu terjadinya kondisi ini,    ...

Hematologi(II) "FIBRINOLISIS & ANTIFIBRINOLITIKA"

Gambar
 A. FIBRINOLISIS     M erupakan kondisi pecahnya  fibrin  (salah satu agen pembeku  darah  yang diproduksi dalam darah sebagai produk akhir  koagulasi ).      Darah juga mengandung  enzim   fibrinolitik  yang berguna mecegah pembentukan gumpalan atau pembekuan darah pada area yang tidak terluka, sehingga tidak akan menghalangi aliran darah, dan juga enzim ini akan menghancurkan fibrin bila luka telah sembuh. Ada 2 jenis fibrinolisis, yaitu 1. Primer adalah penggumpalan darah proses tubuh normal  2. Sekunder adalah   pemecahan gumpalan   akibat obat, kelainan medis, atau penyebab lain. Ada berbagai macam penyebab fibrinolisis yaitu, 1. kanker  2. infeksi bakteri 3. gula darah rendah 4. kurang oksigen pada jaringan Peranan Fibrinolisis Dalam Penyakit/Penyembuhan Luka      Plasmin berperan pada proses penyembuhan luka karena kemampuannya mendegradasi matriks ekstraseluler dan memfasilit...

Hematologi(I)

Gambar
 HEMATOLOGI           Hematologi adalah cabang ilmu kedokteran yang mempelajari darah dan gangguan pada darah. Dengan ilmu hematologi, dokter dapat mendiagnosis dan mengobati berbagai kelainan darah, seperti anemia, gangguan pembekuan darah, hemofilia, dan leukemia.      Dalam hematologi, gangguan darah biasanya terjadi karena adanya penyakit, efek samping obat-obatan, dan kekurangan nutrisi tertentu dalam asupan makanan sehari-hari. Perawatan yang diperlukan untuk penyakit darah bervariasi, tergantung pada kondisi darah dan tingkat keparahannya. Begitu pun dengan perjalanan penyakitnya, karena kondisi tersebut dapat berbeda-beda. Darah dan komponennya mempunyai fungsi lainnya, yaitu:  a) Transportasi (sari makanan, oksigen, Karbondioksida, sisa metabolisme,dan air) b) Transpotasi hormon menuju organ target dan enzim menuju sel sel tubuh c) Termoregulasi (pengatur suhu tubuh) d) Imunitas (pertahanan tubuh terhadap bakteri dan virus)...

AntiHistamin(II)

Gambar
 ANTIHISTAMIN Antihistamin adalah zat-zat yang dapat mengurangi atau menghalangi efek histamin terhadap tubuh dengan jalan memblok reseptor –histamin (penghambatan saingan). Pada awalnya hanya dikenal satu tipe antihistaminikum, tetapi setelah ditemukannya jenis reseptor khusus pada tahun 1972, yang disebut reseptor-H2,maka secara farmakologi reseptor histamin dapat dibagi dalam dua tipe , yaitu reseptor-H1 da reseptor-H2. Berdasarkan penemuan ini, antihistamin juga dapat dibagi dalam dua kelompok, yakni antagonis reseptor-H1 (sH1-blockers atau antihistaminika) dan antagonis reseptor H2 ( H2-blockers atau zat penghambat-asam).   1.H1-blockers (antihistaminika klasik) Mengantagonis histamin dengan jalan memblok reseptor-H1 di otot licin dari dinding pembuluh,bronchi dan saluran cerna,kandung kemih dan rahim. Begitu pula melawan efek histamine di kapiler dan ujung saraf (gatal, flare reaction). Efeknya adalah simtomatis, antihistmin tidak dapat menghindarkan timbulnya reaksi ale...

Antihistamin

Gambar
 A. Pengertian     Antihistamin merupakan obat penghambat reseptor histamin. Senyawa golongan ini bekerja dengan menghambat efek histamin yang dikeluarkan ke dalam darah. Obat-obat golongan antihistamin ini tidak memiliki struktur kimia yang dapat dijadikan sebagai acuan dalam melakukan analisis kualitatif senyawa-senyawa golongan ini. Antihistamin adalah salah satu obat yang sering diresepkan pada anak-anak hingga orang tua. Dengan demikian penerapan terapi dalam pengobatan diperlukan untuk memastikan penggunaan obat yang tepat untuk mencegah terjadinya kesalahan pemberian obat sehingga tujuan efektivitas terapi dapat tercapai. A ntihistamin bermanfaat besar pada terapi alergi nasal, rhinitis alergika dan mungkin juga pada rhinitis vasomotor. Antihistamin mengurangi sekresi nasal dan bersin tetapi kurang efektif untuk kongesti hidung. Antihistamin topikal digunakan pada mata, hidung dan kulit.      Antihistamin  berbeda-beda dalam lama kerja ser...